Minggu, 05 Mei 2013

MEKANISME GIGI NGILU


Mekanisme Gigi ngilu atau hipersensivitas dentin, hingga saat ini, telah berkembang menjadi 3 teori, yakni 

Direct Neural Stimulation Theory / Direct innervations
Teori ini menyatakan bahwa terdapat saraf pada predentin. Stimulus mencapai ujung akhir saraf pada predentin atau innerdentin. Namun, bagaimana penghantaran saraf selanjutnya hingga menimbulkan rasa nyeri, tidak dibahas lebih jauh. Teori ini tidak berkembang lagi, tidak ada ilmuan yang mendukung teori ini sehingga hingga kini, teori ini sudah hampir tidak terdengar lagi.

Transduction Theory / Odontoblast  as Receptors
Sesuai dengan teori ini, prosesus odontoblas yang berperan sebagai penghantar saraf menuju ujung saraf dentin. Tapi teori ini juga tidak mengalami perkembangan karena dalam odontoblas dentin tidak ada neurotransmitter.

Hydrodinamic Theory
Teori hidrodinamika adalah teori yang paling berkembang dan paling didukung oleh banyak ilmuan. Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Brannstrom dan Astrom. Teori ini berlaku untuk segala macam rangsangan seperti panas, dingin, tekanan udara, ataupun tekanan mekanis. Tubulus dentinalis atau pada intertubular dentin, memiliki substansi cairan. Setiap stimulus yang mengenai gigi, akan menyebabkan cairan-cairan di dalam tubulus dentinalis bergerak. Cairan ini bergerak secara bebas dan menimbulkan impuls negative atau tekanan negative di dalam intertubuler. Selanjutnya, impuls rangsangan ini akan diterima oleh tomes fiber yang terdapat di dalam intertubuler juga. Rangsangan yang melewati tomes fiber akan menyebabkan saraf ini terbuka dan beranastomose serta bergabung dengan saraf selanjutnya, yakni plexus Raschkow. Dari sini, akan menuju ke nerve ending dan innervasi selanjutnya akan diambil alih oleh A delta fiber dan C fiber. A delta fiber terletak banyak pada daerah dentin ke pulpa. A delta fiber memiliki myelin sehingga mempunyai sifat menghantarkan rangsangan lebih cepat dan bereasi cepat. Adapun, C fiber tidak memiliki myelin, terletak di daerah pulpa ke bawah, dan memiliki sifat penghantaran saraf yang lama dengan respon nyeri yang lama pula. Kecepatan A delta fiber berkisar 13 m/s sedangkan C fiber 1,3 m/s.  Transmisi A delta fiber di dominasi oleh rasa dingin sedangkan pada C fiber memiliki peran polimodal nocireceptor di mana artinya memiliki daya hantar banyak, C fiber mampu menghantarkan thermal, kimia, ataupun mekanik. Selanjutnya, persarafan yang melewati myelin lebih cepat karena adanya salvatactory efek yang menyebabkan rangsangan “lompat” antara nervus satu ke lainnya. Rangsangan ini akan dibawa oleh saraf V, trigeminus menuju otak dan menciptakan rasa nyeri atau ngilu.

PENYEBAB GIGI NGILU


Penyebab gigi ngilu:
a.       Iritan mikroba
Mikroorganisme yang terdapat dalam karies merupakan sumber utama iritasi terhadap jaringan pulpa dan periadikuler. Email dan dentin yang karies mengandung berbagai spesies bakteri misalnya streptococcus mutans.
Pada lapisan paling dalam dari dentin yang karies,populasi mikroorganismenya menurun sampai tinggal sedikit atau tidak ada sama sekali. Walaupun demikian, pemajanan langsung terhadap mikroorganisme bukan merupakan prasyarat bagi respons dan inflamasi pulpa. Mikroorganisme di dalam jaringan karies akan memproduksi toksin yang akan berpenetrasi ke dalam pulpa melalui tubulis dentinalis.
b.      Iritan mekanik
Selain iritan oleh bakteri, jaringan pulpa atau jaringan periradikuler dapat pula teriritasi secara mekanikm Preparasi kavitas yang dalam,pembuangan struktur gigi tanpa pendinginan yang memadai, dampak trauma, dan trauma oklusal, kuretase periodontium yang dala, dan gerakan ortodonsia, merupakan iritan suhu dan fisik yang paling berperan terhadap jaringan pulpa. Jika tindakan kewaspadaan diabaikan, preparasi kavitas atau preparasi mahkota akan merusak odontoblas. Makin dekat ke pulpa, jumlah tubulus per unit permukaan serta diameternya akan makin meningkat. Akibatnya, permeabilitas dentin akan lebih besar daripada di daerah yang dekat dengan pertautan email pertautan email-dentin dan sementum-dentin.
c.       Iritan kimia pulpa mencakup berbagai zat yg di gunakan untuk desentisasi, strilisasi, pembersih dentin, dan zat yang terdapat pada material tambalan sementara dan permanen serta pelapik kavitas. Zat anti bakteri seperti perak nitrat dan eugenol di pakai dlam upya untuk mensterilkan dentin setelah preparasi kavitas. Akan tetapi, keefektifannya sebagai pensteril dentin diragukan dan sitotoksisitasnya dapat menyebabkan perubahan inflamasi pada jaringan pulpa yang terletak di bawahnya. Zat iritan lainnya adalah pembersih kavitas seperti alcohol, hydrogen peroksida dan bermacam macam asam.

ukuran gigi tetap

gigi merupakan bagian yang terkeras dari bagian tubuh. pada hakikatnya gigi merupakan bagian dari tubuh yag sangat sulit hancur. gigi manusia terdiri dari beberapa macam seperti gigi seri, gigi geraham dan juga gigi taring dalam bahasa umumnya sedangkan dalam bahasa kedokterannya disebut seperti gigi insisivus, caninus, premolar dan juga molar.
nah ukuran dari tiap2 gigi ini berbeda antara satu dengan yang lain. nah di kesempatan kali ini sy akan menjelaskan ukuran ukuran yang umumnya pada setiap gigi.


DAFTAR UKURAN GIGI TETAP
(dalam millimeter)
Unsur
Mahkota-Servikal
Servikal-Foramen Apikal
Mahkota-Foramen Apikal
Diameter Mesio-Distal
Diameter Buco-Lingual
I1  RA
10,5
13,5
24
7
6
I2
9
13
22
5
5
C
10
17
27
5,5
7
P1
8,5
14
22,5
5
8
P2
8,5
14
22,5
5
8
M1
7,5
Bu. 12
Pa.12
19,5
8
10
M2
7
Bu.11
Pa.12
18
7
10
M3
6,5
11
17,5
6,5
9






I1 RB
La.9
Li.9,5
5
14
3,5
5
I2
La.9,5
Li.10
5,5
15
4
5
C
11
7
18
5,5
7
P1
8,5
7
15,5
5
6,5
P2
8
7
15
5
7
M1
7,5
11
18,5
9
9
M2
7
10,5
17,5
8,5
9
M3
7
10,5
17,5
7,5
8,5